Jika dulu saya cuma minta dengan Allah apa yang saya nak, sekarang saya...


Dulu saya selalu minta dengan Allah apa yang saya nak sahaja, menurut kehendak hati dan nafsu saya.

Minta panjang umur, minta murah rezeki, minta hidup bahagia, 5 tahun kahwin tak ada anak, minta Allah kurniakan anak.

Segala puji bagi-Nya, setelah 5 tahun doa dan usaha, akhirnya Dia makbulkan keinginan hamba-Nya yang jahil dan hina ini.

Tapi sekarang saya sedar, bila dah ada anak seorang, rupanya tak cukup lagi, minta lagi Allah tambahkan anak supaya Izzul ada adik, ada kawan, supaya saya dapat puaskan kehendak sendiri dan dapat puaskan hati orang sekeliling, tapi Allah tak makbul.

Namun akhir-akhir ini saya cuba ubah doa dan komunikasi seorang hamba dengan Tuhannya. Bukan untuk mendapatkan apa yang saya inginkan, tapi meletakkan Tuhan sebagai Tuhan. Robb. Pengatur.

Saya tak berhak menentukan keinginan itu selari atau tidak dengan keinginan Allah, saya cuma hamba lemah, daif dan hina, jahil yang tak tahu apa-apa, justeru saya tak tahu apa yang terbaik untuk diri saya.

Jika dulu saya cuma minta dengan Allah apa yang saya nak, sekarang saya masih minta dengan Allah, tapi apa yang Allah tetapkan terbaik buat diri saya, bukan menurut kehendak hati (nafsu) saya lagi.

"Jika Engkau tetapkan satu anak itu terbaik untuk kami, maka kami redha, dan jika Engkau tetapkan untuk kami memiliki zuriat lagi, maka izinkanlah Ya Allah, sesungguhnya kami tak tahu apa yang terbaik untuk diri kami, namun Engkau lah Yang Maha Mengetahui segala yang di bumi dan di langit."

Sepertimana firman Allah dalam surah Al-Baqarah;

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2:216).

Kredit:  FB Ummu Izz

ARTIKEL MESTI BACA
ANDA MUNGKIN SUKA
googletag.cmd.push(function () { googletag.display('KMK_KaryaBestari_ROS_Interstitial-0'); });